"Kerja Keras, Cerdas, Gotong-Royong"

29 days ago admin

Damandiri Tahun Ini Bangun 4 Desa Cerdas Mandiri Lestari

 

YOGYAKARTA – Tahun 2019 ini, Yayasan Damandiri kembali akan membentuk empat desa percontohan melalui program Desa Cerdas Mandiri Lestari. Dua Desa Cerdas Mandiri Lestari rencananya akan didirikan di Dieng Kulon di Kabupaten Banjarnegara, dan Cilongok di Kabupaten Banyumas. Sementara dua desa lain akan didirikan di wilayah Jawa Timur dan Banten. 

“Tahun ini kita ada empat desa. Baru dua di Desa Cilongok dan Dieng yang sudah di-launching. Sementara dua desa lagi masih kita cari. Rencana akan di Jawa Timur dan satu lagi di Banten. Sehingga total selama tiga tahun program ini berjalan ada 15 Desa Cerdas Mandiri Lestari,” ujar Sekretaris Yayasan Damandiri, Firdaus, di sela Rapat Kerja Desa Cerdas Mandiri Lestari, di Yogyakarta, Rabu (10/7/2019).

Firdaus mengatakan, seperti sebelum-sebelumnya, pembangunan di sejumlah Desa Cerdas Mandiri Lestari ini nantinya akan disesuaikan dengan potensi di setiap wilayah desa masing-masing. Hal itu dilakukan sesuai prinsip pembentukan Desa Cerdas Mandiri Lestari.

“Untuk Dieng Kulon, nantinya akan relatif sama seperti Selo. Yakni, lebih ke sektor pariwisata. Di sana kan ada banyak homestay. Namun belum terkoordinir. Sehingga akan kita tingkatkan standar mutunya. Baik itu terkait pelayanan, promosi, dan sebagainya,” katanya.

Sementara itu, untuk Desa Cilongok, pemberdayaan masyarakat akan dilakukan lewat sektor ekonomi dan pertanian. Yayasan Damandiri akan membangun dua pabrik pengolahan gula merah dan tepung tapioka. Hal itu sesuai dengan potensi Desa Cilongok sebagai penghasil singkong dan gula kelapa.

“Idenya sekarang kan banyak orang makan mie yang terbuat dari bahan baku gandum. Sehingga harus impor, dan itu menguntungkan petani luar negeri. Padahal, kita memiliki tepung tapioka yang juga bisa dipakai sebagai bahan makanan,” katanya.

Selain itu, lanjut Firdaus, masyarakat saat ini juga banyak mengkonsumsi gula ravinisasi. Padahal, itu kurang sehat. Sedangkan gula jawa ternyata justru sangat sehat. Permintaan luar negeri juga banyak sekali.

“Karena itu, perlu pabrik pengolahan modern yang higienis,” katanya.

Tak hanya membantu pengembangan desa melalui pembangunan sarana-prasarana ekonomi, Yayasan Damandiri juga berupaya mengatasi persoalan-persoalan di sektor pertanian. Yakni, dengan memberikan bibit pohon kelapa unggul sejenis Genjah Entok asal Murotai, yang bisa tumbuh lebih cepat, pendek, dan berbuah lebat.

“Di sana bahan baku gula merah harus diambil dari pohon kelapa setinggi 15 meter. Sehingga risiko penderes jatuh cukup tinggi. Sementara buahnya kurang. Karena itu, kita berikan 3.000 bibit pohon kelapa unggul yang tingginya hanya dua meter, namun buahnya lebih lebat. Dalam waktu empat tahun ke depan, diharapkan bisa dipanen dan diolah,” katanya.

Dengan berbagai upaya pemberdayaan melalui program Desa Cerdas Mandiri Lestari, diharapkan setiap Desa binaan Yayasan Damandiri dapat makin maju dan berkembang. Sehingga kesejahteraan masyarakat meningkat, dan persoalan kemiskinan di setiap desa dapat diatasi.

“Kita bukan ingin buat, misalnya demplot yang berhasil. Tapi kita ingin bangun masyarakat yang berhasil. Semua warga di desa harus kerja. Sehingga pendapatan per kapita masyarakat meningkat. Target kita minimal setiap warga bisa produktif dan mencapai UMR, sehingga desa menjadi mandiri,” katanya.

Editor: Koko Triarko

Jurnalis: Jatmika H Kusmargana

Link; 

https://www.cendananews.com/2019/07/damandiri-tahun-ini-bangun-4-desa-cerdas-mandiri-lestari.html


0 Comments

Leave a Reply