"Kerja Keras, Cerdas, Gotong-Royong"

4 month ago admin

Desa Mandiri Lestari Diharap Jadi Model Pembangunan Desa Indonesia

YOGYAKARTA – Tahap awal pelaksanaan program Desa Mandiri Lestari yang dijalankan Yayasan Damandiri di lima desa di DIY dan Jawa Tengah, pada 2017, ini, diharapkan dapat menjadi acuan atau model percontohan bagi pemerintah untuk mengembangkan dan membangun desa-desa di Indonesia. Yakni desa yang Pancasilais, memiliki semangat gotong-royong tinggi serta peduli terhadap sesama. 

Kepala Desa Argomulyo, Bantul, Bambang Sarwono. -Foto: Jatmika

Hal itu diungkapkan Sekretaris Yayasan Damandiri, Firdaus, dalam acara Pertemuan Konsultasi dan Bimbingan Teknis dengan tim pendamping program Desa Mandiri Lestari, Yayasan Damandiri, di Yogyakarta, Rabu (12/7/2017).  Firdaus mengatakan, program Desa Mandiri Lestari bertujuan membentuk mental masyarakat desa, agar tetap memiliki budaya kearifan lokal. Seperti budaya gotong-royong, tata-krama, maupun budi pekerti yang saat ini dirasakan semakin hilang.

Salah satu caranya adalah dengan membangun tempat ibadah maupun penguatan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sebagai pondasi pendidikan bagi masyarakat di desa tersebut.

Selain itu, Desa Mandiri Lestari juga bertujuan memangkas kesenjangan ekonomi masyarakat. Upaya untuk mewujudkan hal ini, di antaranya adalah melalui program bedah rumah serta pemberian modal usaha melalui koperasi. Meski tidak semua warga ter-coverprogram ini, namun diharapkan langkah ini dapat diikuti pihak lain, baik pemerintah maupun swasta untuk meningkatkan ekonomi warga desa.

“Untuk mengentaskan kemiskinan, Desa Mandiri Lestari juga berupaya meningkatkan ekonomi masyarakat dengan mengembangkan potensi desa yang ada. Baik dalam hal produksi, pemasaran, maupun permodalan. Yakni dengan menghidupkan koperasi. Selain menjadi penyalur dana bantuan, diharapkan koperasi ini nantinya juga terlibat mengurusi masalah sosial sekaligus menjadi pendamping warga masyarakat,” katanya.

Kepala Desa Argomulyo, Bantul, Bambang Sarwono, sebagai salah satu penerima manfaat program Desa Mandiri Lestari, mengatakan, adanya pendampingan dari Yayasan Damandiri sangat membantu pihak pemerintah dalam memaksimalkan potensi yang ada, guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Baik itu potensi pertanian, seni budaya maupun potensi wisata yang banyak dimiliki Desa Argomulyo.

“Meski baru berjalan sekitar 2 bulan, namun beberapa program seperti home stay, warung, maupun paket wisata telah memberikan manfaat dari sisi ekonomi bagi warga masyarakat. Setidaknya, bagi warga yang terlibat langsung dalam program ini. Kita harapkan seiring dengan berjalannya progam Desa Mandiri Lestari ini akan dapat semakin mengangkat ekonomi warga secara keseluruhan,” katanya.

Sementara itu, salah satu kendala yang dirasakan sampai saat ini, menurut Bambang, adalah terkait kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada di Desa Argomulyo, di mana warga masyarakat desa masih belum memiliki kemampuan maupun keahlian dalam mengelola sejumlah potensi. Misalnya, dalam mengembangkan Desa Argomulyo sebagai rintisan Desa Wisata.

“Kendalanya mungkin pada kesiapan SDM. Karena kita masih termasuk rintisan desa wisata, sehingga warga masyarakat masih perlu dilatih dalam hal kepariwisataan. Seperti bagaimana menyiapkan tempat wisata yang baik, bagaimana melayani tamu dan wisatawan yang baik, dan sebagainya,” ujarnya.

 


0 Comments

Leave a Reply