"Kerja Keras, Cerdas, Gotong-Royong"

8 month ago admin

Pelatihan Mewujudkan Tugas Bersama Memulihkan Kembali Berkoperasi

Asisten Deputi Peningkatan Kualitas SDM Perkoperasian Kementerian Koperasi dan UKM Drs Talkah Badrus, MM dalam sambutan pembukaan Pelatihan Fasilitator SDM Pendamping UKM yang diselenggarakan Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Kementerian Koperasi dan UKM yang berlangsung 1-3 Juni 2016, di Kota Padang, Sumatera Barat mengucapkan, mengucapkan terima kasih kepada Yayasan Damandiri atas kerja samanya dalam pelaksanaan kegiatan ini. Serta mendukung ide-ide yang sudah disampaikan Ketua Yayasan Damandiri.

            Talkah Badrus menegaskan, di Deputi SDM Kemenkop dan UKM merasa bahwa SDM koperasi saat ini jauh dengan apa yang diharapkan. Kalau dulu ada lembaga-lembaga diklat seperti Balai Latihan Koperasi, Pusdiklat, juga berbagai kurikulum yang dimasukkan di beberapa perguruan tinggi, bahkan di Ikopin (Induk Koperasi Indonesia) sendiri saat ini sudah mulai layu. Makanya pihaknya merasa kesulitan untuk membentuk kantong-kantong koperasi.

            “Kami sebenarnya sudah beberapa tahun ini memberikan juga untuk beasiswa koperasi. Beasiswa koperasi kita berikan kepada Ikopin setiap tahun 100 orang, tapi hasilnya juga belum maksimal. Jadi dalam hal ini beasiswa yang kita berikan ini kepada anak-anak dari anggota koperasi atau pengurus koperasi seluruh Indonesia kita sekolahkan Dekopin dengan target nanti setelah lulus mereka membangun koperasi. Tapi memang itu yang berminat sangat terbatas sekali,” katanya pada pembukaan Pelatihan Fasilitator SDM Pendamping UKM yang diselenggarakan Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Kementerian Koperasi dan UKM, di Kota Padang, Sumatera Barat, Rabu (1/6).

            Dengan berbagai kenyataan, tugas memulihkan kembali berkoperasi menjadi tugas berat bagi kita untuk membina pelatihan koperasi. “Oleh karena itu saya sangat bersenang hati dengan Posdaya ini mudah-mudahan bisa terjalin kerja sama untuk kita memberikan pemahaman kepada anggota koperasi. Dengan niat mereka masuk koperasi, mereka sudah siap apa itu koperasi dan bagaimana koperasi dan apa manfaatnya. Kami sangat senang karena pelatihan ini adalah untuk membangun koperasi kita sebagaimana yang kita cita-cita kan bahwa koperasi adalah soko guru perekonomian Indonesia,” katanya.

Di dalam melaksanakan program pelatihan intansinya juga memberikan pendampingan pasca pelatihan. Pendampingan dilakukan untuk badan hukum, pendampingan operasional koperasi serta pendampingan ijin usaha.

Dalam pelatihan kali ini, materi pelatihannya meliputi UMKM dan Perkoperasian, Pemahaman Jati Diri Koperasi, Manajemen Pengelolaan Organisasi Koperasi, Filosofi dan pengertian dasar Posdaya, pemahaman Tabur Puja, tanggung rneteng, dan lainnya. Dengan pelatihan dari dari Dinas Koperasi, Yayasan Damandiri, Tabur Puja, dan lainnya.

            “Kami berharap setelah pelatihan tidak berhenti sampai di situ, tetapi setelah pelatihan dilakukan pendampingan dan bimbingan konsultasi,” harap Talkah Badrus.

Oleh karena itu lembaga-lembaga diklat yang ada di daerah-daerah, khususnya balai latihan koperasi dan UKM, kementrian Koperasi dan UKM alokasikan juga anggaran untuk dana alokasi khusus. Oleh karena itu kami harapkan bahwa pelatihan ini nanti juga ditindaklanjuti oleh Dinas Koperasi dengan anggaran dari dana alokasi khusus, mudah-mudahan bisa dilanjutkan oleh pengurus Koperasi Deawantara.

Badrus mengingatkan, kegiatan pembinaan harus dilakukan oleh koperasi. Karena anggota itu merupakan pemilik daripada koperasi. Oleh karena itu pemahaman kepada anggota koperasi sangat diperlukan. Tentu hal itu harus diawali dengan kegiatan-kegiatan pendidikan dan pelatihan anggota. Besar kecil koperasi itu juga tergantung anggota. “Peran dan pendidikan di dalam koperasi merupakan salah satu prinsip dari koperasi,” ujarnya.

Dia juga menekankan, peran penting pendamping dalam membantu memajkan usaha koperasi adalah dengan menggiatkan kegiatan pendidikan dan pelatihan kepada anggota koperasi, dan bukan hanya fasilitasi saja. “Dengan pelatihan akan menambah wawasan dan pengentahuan anggota sehingga anggota tesebut akan dapat mampu berparan lebih kepada koperasi sebagau upaya keikustsertaannya memajukan usaha koperasi,” ujarnya.

Kegiatan pelatihan Peningkatan Kapasitas SDM Fasilitator dan Pendamping KUMKM di Propinsi Sumatera Barat ini terdiri dari Posdaya peserta Tabur Puja dan Pengurus Koperasi Dewantara Ranah Minang (Derami) Kota Padang sebanyak 60 orang, sebagai peserta pelatihan pelatih (ToT) Fasilitator dan Pendampingan KUMKM. Peserta lainnya, dari Tabur Puja dan Pengurus Koperasi KPRI Kencana BKKBN Kabupaten Solok sebanyak 45 orang. Dari kelompok Posdaya Tanah Datar sebanyak 15 orang. Serta 30 peserta dari Kota Padang untuk pelatihan Akutansi Koperasi dan Penyusunan Laporan Keuangan untuk Pendamping Tabur Puja.


1 Comments
  1. yuda
    tes

Leave a Reply