"Kerja Keras, Cerdas, Gotong-Royong"

7 month ago admin

Tabur Puja Munculkan dan Kembangkan UMKM di Sumbar

Tabur Puja Munculkan dan Kembangkan UMKM di Sumbar

SELASA. 25 APRIL 2017

PADANG --- Jejak Pemberdayaan Yayasan Damandiri --- Skim Tabur Puja (Tabungan dan Kredit Pundi Sejahtera) yang tersebar di Kota Padang dan Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, mungkin tidak banyak orang yang tahu. Bagaimana Tabur Puja menyasar keluarga pra sejahtera, dan memberikan harapan baru untuk memperbaiki hidup melalui menjalankan usaha?

Supervisi Area V PMU Tabur Puja Wilayah Sumatera Barat, Edi Suandi.

Supervisi Area V PMU Tabur Puja Wilayah Sumatera Barat, Edi Suandi, menjelaskan, kehadiran Tabur Puja bukan soal bisnis ataupun soal hitung-hitungan laba rugi. Namun, Tabur Puja merupakan sebuah program kegiatan dari Yayasan Damandiri untuk membantu keluarga yang pra sejahtera dalam memberikan pinjaman modal usaha. Lebih tepatnya, Tabur Puja merupakan sebuah langkah kepentingan sosial dan memiliki misi yakni mengentaskan kemiskinan.

Alasan Tabur Puja disebut sebagai sebuah pergerakan sosial, karena persyaratan dan proses peminjaman modal usaha yang diberikan oleh Tabur Puja tak sesulit di perbankan. Hal inilah, yang membuat sejumlah keluarga merasakan cukup terbantu adanya pinjaman modal usaha dari Tabur Puja. Sehingga pelaku UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) terus bermunculan dan UMKM yang telah jalan pun terus tumbuh dan berkembang.

Edi menyebutkan, sebagai bukti nyata bahwa Tabur Puja telah ikut memunculkan dan mengembangkan UMKM di Sumbar, berdasarkan data April 2017, saat ini telah ada 1.103 usaha baru yang dimunculkan di Sumbar, berkat adanya Tabur Puja.

"Pinjaman modal usaha dari Tabur Puja, tidak hanya untuk usaha yang telah jalan. Tetapi, juga diutamakan untuk masyarakat yang ingin membuka usaha baru. Seperti usaha yang kita data itu, yakni sebanyak 1.103, murni merupakan usaha baru yang muncul, setelah mendapat pinjaman dari Tabur Puja," katanya, Selasa (25/4/2017).

Menurut Edi, hal utama yang menjadi prinsip dalam memberikan pinjaman modal usaha bagi masyarakat yang ingin membuka usaha baru, ialah membantu memberikan masyarakat sebuah pekerjaan. Sehingga dengan terus tumbuhnya pelaku usaha baru, maka akan beriringan mengentaskan kemiskinan baik di Kota Padang maupun di Kabupaten Solok.

Usaha yang dijalani oleh nasabah Tabur Puja, baik itu usaha baru dan usaha yang telah jalan, memiliki usaha yang bermacam-bermacam, mulai usaha perdagangan kecil-kecilan, usaha rumahan seperti membuat kue oleh-oleh, pertanian, peternakan, dan usaha lainnya. Namun, dari semua usaha yang dijalani, memang bergerak di bagian UMKM.

"Saat ini dari data terbaru, untuk nasabah Tabur Puja di dua daerah itu berjumlah 6.658 nasabah. Kota Padang memiliki nasabah yang terbanyak 3.992 dan Kabupaten Solok 2.666 nasabah," ungkap Edi.

Meski Tabur Puja baru ada di dua daerah di Sumbar, namun keberadaannya cukup membantu bagi masyarakat yang ada di dua daerah tersebut. Seperti telah turut membantu keluarga pra sejahtera sehingga bisa naik peringkat menjadi sejahtera 1. Artinya, kondisi tersebut telah membantu keluarga pra sejahtera untuk memperbaiki ekonomi keluarga, dari tidak memiliki kendaraan seperti motor, dengan adanya usaha yang dijalani berkat Tabur Puja, bisa memiliki motor.

Edi menilai, pelaku UMKM di Sumbar pertumbuhannya cukup bagus. Hanya saja soal pemasaran dan kemasan yang menjadi kendala utama bagi pelaku UMKM untuk membuat produk yang dilahirkan agar bisa dipasarkan ke banyak konsumen. Namun untuk hal ini, Tabur Puja telah memberikan pelatihan bagi nasabahnya. Pelatihan yang diberikan soal pemasaran dan manajemen pengelolaan keuangan Posdaya.

"Untuk pelatihan para nasabah yang bergerak di bidang UMKM, Tabur Puja telah bekerjasama dengan pemerintah daerah terutama dengan Dinas Koperasi. Begitu juga untuk pelatihan keuangan, Yayasan Damandiri telah menjalani kerjasama dengan Kementerian Koperasi. Bentuk pelatihannya terkait soal manajemen pengeloaan keuangan," jelasnya.

Sejauh ini, kata Edi, soal manajemen keuangan yang dilakukan oleh Posdaya di Sumbar sudah cukup bagus, karena di setiap Posdaya telah disediakan aplikasi Tabur Puja sebagai tempat menginput data ke Sistem Tabur Puja melalui laptop.

Edi membuat target, Posdaya yang ada saat ini harus menjadi Posdaya yang mandiri. Sehingga akan bermunculan Posdaya-posdaya yang baru dan Tabur Puja bisa dinikmati oleh masyarakat secara merata khusus di Kota Padang dan Kabupaten Solok.

"Dengan telah menjadi Posdaya yang mandiri, maka penikmat Tabur Puja bisa menyeluruh, merata. Tentunya dengan ini pelaku UMKM akan terus bermunculan. Jika itu terjadi kemiskinan atau keluarga pra sejahtera akan berkurang," tutupnya.

Jurnalis: Muhammad Noli Hendra / Editor: Satmoko / Foto: Istimewa

0 Comments

Leave a Reply