"Kerja Keras, Cerdas, Gotong-Royong"

7 month ago admin

"Di Mata Alloh, Mengabdi di Posdaya, itu Ibadah"

"Di Mata Alloh, Mengabdi di Posdaya, itu Ibadah"
SENIN, 17 APRIL 2017

PADANG --- Jejak Pemberdayaan Yayasan Damandiri --- Posdaya Anggrek Putih yang berada di Kelurahan Pengambiran Ampalu Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Padang, Sumatera Barat, mempunyai cerita sejarah tersendiri berkait nama Anggrek Putih.

Fatmawati, Ketua Posdaya Anggrek Putih

Ketua Posdaya Anggrek Putih, Fatmiarti
Ketua Posdaya Anggrek Putih, Fatmiarti, mengatakan, tempat di mana aktivitas Posdaya Anggrek Putih saat ini di RT 03/ RW 07, sudah menjadi pusat pelayanan masyarakat di Pengambiran sebelum adanya Posyada. Terhitung sejak 1986, lalu, dulu Posdaya Anggrek Putih merupakan Yandu Anggrek Putih. Semenjak adanya Yandu, pengurus atau relawan di Yandu Anggrek Putih benar-benar bekerja keras. "Pada 1986, itu saya masih gadis dan belum berumah tangga. Mengingat dulu daerah Pengambiran ini cukup luas, pelayanan Yandu tidak hanya berada di tempat saat ini, tapi berpindah dalam rentang waktu satu bulannnya," jelas Fat, panggilan akrabnya, Senin (17/4/2017).

Alasan berpindah-pindahnya tempat pelayanan Yandu, karena masyarakat yang berada di RW lainnya, merasa agak jauh untuk datang ke Yandu yang berada di RT 03/RW 07. Mengingat pelayanan Yandu harus diberikan secara merata, pengurus Yandu ketika itu memilih untuk menemui langsung masyarakat yang tidak bisa hadir itu. "Bayangkan saja, ketika itu saya harus menjinjing timbangan dan peralatan lainnya yang cukup berat, yang rutin dilakukan setiap bulannya. Namun, karena itu adalah tanggungjawab, maka saya harus melakukannya," ujarnya.

Tempat Posdaya Anggrek Putih

Tempat Posdaya Anggrek Putih
Ia menyebut, alasan terkuatnya untuk tetap bertahan bekerja di Yandu dan hingga saat ini berubah menjadi Posyada Anggrek Putih, bukan soal materi, tetapi hal itu berkaitan dengan moril dan kegiatan sosial. Menjadi seseorang yang peduli dan ingin membantu masyarakat, adalah alasan utama yang ditanamkan dalam hatinya. "Bagi saya, pekerjaan yang saya jalani ini, ketimbang menghabiskan waktu yang tidak jelas di rumah. Jika di Posdaya bisa membantu masyarakat, punya banyak teman, dan kita cukup dikenal oleh masyarakat dan juga pemerintahan," ucapnya.

Fat melihat, jika pekerjaan itu tidak pernah dijalaninya, maka beberapa kesempatan seperti menjalani pelatihan ke luar daerah, berkunjung ke rumah kepala daerah dan yang lainnya, tidak akan pernah didapatkan, jika hanya duduk di rumah. Baginya, bekerja di Posdaya ialah caranya untuk menikmati hidup tanpa harus ada aktivitas yang tidak berarti.

Bahkan untuk teman-teman seperjuangan Fat ketia di Yandu pada 1986, kini masih tetap jalan melakukan pekerjaan sosialnya, yakni menjadi Ketua Posyandu Anak di Kelurahan Pengambiran Ampalu Nan XX. Menurutnya, segala yang dilakukannya itu jika diukur dengan materi, tidak sebanding, namun ia merasa sangat senang dengan profesi yang dijalaninya, sebab membantu masyarakat melalui Posdaya Anggrek Putih, merupakan ibadah di mata Allah SWT. "Saya tidak tahu sampai kapan saya bekerja seperti ini, yang jelas nikmati pekerjaan yang ada sesuai dengan aturannya, dan diberikan yang terbaik untuk masyarakat," tegasnya.
Jurnalis: Muhammad Noli Hendra/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Muhammad Noli Hendra

http://www.cendananews.com/2017/04/di-mata-alloh-mengabdi-di-posdaya-itu.html?m=1


0 Comments

Leave a Reply