"Kerja Keras, Cerdas, Gotong-Royong"

7 month ago admin

Posdaya Mawar, Rintisan Tabur Puja Mandiri

Posdaya Mawar, Rintisan Tabur Puja Mandiri
SELASA, 18 APRIL 2017

YOGYAKARTA --- Jejak Pemberdayaan Yayasan Damandiri --- Menjalankan program Tabur Puja Yayasan Damandiri selama 4 tahun sejak 2013 lalu, Posdaya Mawar yang berada di Dusun Ngentak, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul, hingga saat ini telah menyalurkan dana modal usaha mencapai Rp238juta. Dana tersebut digulirkan kepada sebanyak 94 anggota yang tersebar pada 10 kelompok di 12 RT yang ada. 

Keberhasilan serta pengalaman selama beberapa tahun terakhir, membuat Posdaya Mawar dipercaya KUD Tani Makmur sebagai pelaksana program Tabur Puja di Kabupaten Bantul, menjalankan pengelolaan program Tabur Puja secara mandiri mulai tahun 2017 ini. Meski masih rintisan, namun tidak lama lagi, Posdaya Mawar akan menjadi salah satu pelaksana program Tabur Puja secara mandiri di Kabupaten Bantul. 

Tokoh rintisan tabur puja mandiri

Ditemui belum lama ini, salah seorang pengurus Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Posdaya Mawar, Dusun Ngentak, Wanti Widayati, mengatakan, ada sebanyak 3 orang pengurus yang selama ini mengelola dana program Tabur Puja. Terdiri dari ketua, sekretaris dan bendahara. Dengan latar belakang pendidikan sekolah menengah atas dan sekolah menengah pertama, ketiga pengurus tersebut mampu menjalankan program Tabur Puja dengan baik. 

Selain mendapat pendampingan secara terus-menerus dari pihak KUD Tani Makmur, pengurus KSP Tabur Puja Dusun Ngentak juga mengaku, mendapat pelatihan serta diklat mengenai pengelolaan manajemen keuangan koperasi. Pelatihan ataupun diklat tersebut, tak hanya berasal dari pihak KUD Tani Makmur saja, namun juga langsung dari pihak Yayasan Damandiri. 

"Awalnya, dulu sejumlah kegiatan seperti misalnya wawancara calon nasabah, terkait pencairan dana itu masih dilakukan oleh asisten kredit KUD Tani Makmur. Namun, sekarang sudah kita sendiri yang menangani. Asisten kredit hanya mendampingi saja. Begitu juga dalam hal merekap. Jika dulu masih ditangani KUD, sekarang sudah bisa kita lakukan sendiri. Nanti setiap tiga bulan sekali dilakukan evaluasi oleh KUD," katanya. 

Sebagai rintisan, KSP Tabur Puja mandiri, Posdaya Mawar, saat ini juga telah memiliki kantor yang memanfaatkan rumah salah seorang warga. Kantor tersebut juga telah dilengkapi sejumlah perangkat pendukung seperti komputer, lemari, meja, kalkulator, dan lainnya. Seluruh perlengkapan tersebut merupakan bantuan dari Yayasan Damandiri kepada Posdaya Mawar dalam bentuk pinjaman. 

"Sebelum menjadi KSP mandiri, jumlah komisi yang diterima pengurus hanya 2 persen dari bunga pinjaman. Namun begitu menjadi mandiri, komisi yang diterima pengurus nantinya akan meningkat menjadi 6 persen. Yakni dengan rincian 4 persen untuk pengurus, sementara 2 persen untuk mengganti biaya perangkat seperti komputer, lemari, meja dan lainnya yang diberikan tadi," katanya. 

Wanti sendiri menuturkan, salah satu kendala yang dihadapi pengurus dalam menjalankan KSP Tabur Puja secara mandiri adalah terkait pelaporan atau rekap data keuangan secara online. Pasalnya, setelah berstatus mandiri, nantinya pengurus wajib mengirimkan data hasil rekap penggunaan dana Tabur Puja langsung ke Yayasan Damandiri di Jakarta, secara online dengan menggunakan aplikasi tertentu. 

"Untuk penyusunan rekap secara manual itu kita sudah bisa dan sudah kita lakukan sendiri. Hanya saja untuk memasukkan ke aplikasi dan mengirimkannya secara online, itu yang kita belum begitu paham. Maklum, karena semua pengurus kan ibu-ibu rumah tangga, jadi tidak biasa memakai komputer. Sehingga memang masih harus banyak belajar," katanya.
Jurnalis: Jatmika H Kusmargana / Editor: Satmoko / Foto:  Jatmika H Kusmargana

http://www.cendananews.com/2017/04/posdaya-mawar-rintisan-tabur-puja.html?m=1


0 Comments

Leave a Reply