"Kerja Keras, Cerdas, Gotong-Royong"

8 month ago Mobile reviews admin

Mendorong Pelaku UMKM Berdaya Saing

Ketua Dewan Pembina Yayasan Dana Sejahtera Mandiri (Damandari) memandang perlu membantu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terutama bidang sertifikasi produk-produk makanan mereka, agar memiliki kualitas dan dapat berkembang serta bersaing di pasaran global.

"Sertifikasi untuk UMKM caranya sangat mudah dan halal. Produk-produk makanan jangan sampai menggunakan bahan pengawet. Sertifikat produk merupakan salah satu bagian dari upaya peningkatan kapasitas UMKM khususnya di perdesaan agar masyarakat bisa lebih sejahtera,” kata Mohammad Bob Hasan selaku Ketua Dewan Pembina Yayasan Damandari saat ditemui wartawan di sela-sela Sarasehan untuk Meningkatkan Kapasitas UMKM Masyarakat Desa, di Alun-alun Kabupaten Boyolali, Minggu (22/5).

Menurut Bob Hasan, produk makanan UMKM jika dapat segera diselesaikan hasilnya bisa dijual ke Jakarta dan juga ekspor ke luar negeri sehingga usahanya akan maju.

Para pelaku UMKM, kata dia, cuma perlu bimbingan dan pelatihan dari Damandiri bersama Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Nusamba.

“Produk-produk makanan, memang masih perlu meningkatkan cara produksinya agar bisa tahan lebih lama, kemudian pemberian label kedaluwarsa. Karena soal makanan itu, sertifikasi sangat penting jangan ada masyarakat keracunan," kata Bob Hasan.

Lebih lanjut diungkapkan Ketua Dewan Pembina Yayasan Damandiri ini, Yayasan Damandari merupakan sebuah yayasan yang bergerak di bidang pemberdayaan masyarakat, termasuk membantu pemberdayaan dalam bidang ekonomi kecil dan mikro, utamanya yang tergabung dalam kelompok-kelompok.

Mohammad Bob Hasan, menyampaikan produk UMKM Indonesia mempunya potensi untuk bersaing di pasar global. “Sayangnya jarang sekali produk UMKM Indonesia yang bersertifikasi. Ini yang harus difasilitasi dan dibina terutama oleh pemerintah daerah agar produk UMKM bisa berdaya saing,” ujar Bob Hasan.

Lebih lanjut Menteri Perindustrian dan Perdagangan pada Kabinet Pembangunan VII pada era Presiden Soeharto ini mengungkapkan, selain peningkatan kapasitas dan daya saing, UMKM juga harus didorong untuk memiliki kekuatan modal yang cukup.

Oleh karena itu, menurut pengusaha kelahiran tahun 1931 ini, perbankan sekelas badan perkreditan rakyat (BPR) juga harus meningkatkan penetrasinya hingga ke pedesaan. “BPR itu jangan main di tingkat kabupaten tetapi bergerak ke kecamatan-kecamatan hingga ke desa-desa,” ujarnya.

Sarasehan dengan pelaku UMKM Boyolali selain dihadiri Bupati Boyolali Seno Samodro dan Ketua Yayasan Damandiri, Subiakto Tjakrawerdaja, juga menghadirkan pemateri di antaranya Guru Besar Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Suratman, dan Direktur Utama Holding BPR Nusamba, Joko Suyanto.

Selain sarasehan, dalam launching Sahabat Damandiri juga digelar pameran produk hasil usaha ekonomi produktif UKM mulai dari produk berbahan baku kuningan, produk susu murni yang merupakan produk unggulan Boyolali. Mereka ini UKM binaan yang tergabung dalam Komunitas Sahabat Damandiri.

Pada pagi hari sebelum acara sarasehan, terlebih dulu diadakan lomba lari Fun Run. Kegiatan ini diiikuti oleh ribuan masyarakat Boyolali. Turut hadir pada kegiatan yang tanda startnya dilakukan Muhammad Bob Hasan yang juga Ketua Umum PB PASI, antara lain Kasdam Diponegoro Brigjen TNI Joni Supriyanto, Dandim 0724 Boyolali Letkol Arh Nova Mahanes Yudha, Ketua DPRD Boyolali S Paryanto, serta Ketua Umum Pertuni Aria Indrawati. Serta Sekretaris Yayasan Damandiri Firdaus, Ak.MBA.